Archive for the ‘Kuliah Di Luar Negri’ Category


Kuliah di Jerman kini tak lagi gratis. Sejak tahun 2006 mereka memungut biaya pendidikan dari semua mahasiswa, akibat dari krisis ekonomi yang melanda Negara tersebut.

Namun besarnya biaya pendidikan di Jerman tidaklah semahal di Amerika atau Australia, yaitu sebesar 500-600 Euro per semesternya, hanya saja sayangnya biaya hidup di Jermanlah yang tinggi. Mahasiswa yang belajar di Jerman diperbolehkan bekerja penuh waktu selama 90 hari atau kerja part time selama 180 hari per tahun.

Mereka juga dapat bekerja di perusahaan yang nantinya mungkin dapat menerima mereka sebagai pegawai setelah lulus jika performa kerjanya dinilai baik. Pendapatan perbulan mahasiswa yang bekerja dapat mencapai 400 Euro, dan walaupun terkena pajak, nantinya pajak itu akan dikembalikan pada akhir tahun penghitungan pajak.

Namun walaupun begitu bekerja part time tidak menjamin akan menutupi seluruh kebutuhan hidup dan uang kuliah, hanya saja cukup untuk menambah pemasukan sehari-hari.

Pendidikan tinggi di Jerman terbagi menjadi 2 yaitu Universitat (UNI) dan Fachhochschule (Applied Univeristy, FH). UNI lebih menekankan pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan perbandingan 60:40 untuk teori dan praktek, sedangkan di FH perbandingannya adalah kebalikannya yaitu 40:60. Jadwal kuliah di Uni adalah Okt-Maret dan Apr-Sept, sedangkan FH memulainya di bulan Agust-Jan dan Feb-Juli. Sistem pendidikan di Jerman saat ini sudah disamakan dengan semua perguruan tinggi di Eropa menjadi 3 jenjang yaitu Bachelor-Master-Doktor dari Diplom-Doktor untuk memberikan kesempatan kerja dan transfer pendidikan yang setara di seluruh Uni Eropa.

Seperti juga belajar di Negara lain, untuk studi di Jerman kamu harus dapat beradaptasi dengan budaya Jerman. Hilangkan kebiasaan pasif selama berada di sana, banyak-banyaklah tanya dan mengumpulkan informasi mengenai semua hal, tidak berkisar seputar topik kuliah saja tetapi juga hal-hal sehari-hari. Tanyakan juga peraturan mengenai akomodasi dan teliti apartemen sebelum kamu memutuskan untuk menyewanya karena jika ada kerusakan maka kamulah yang harus menggantinya.

Kamu juga harus mendapatkan surat domisili dari Balai Kota yang digunakan untuk memperpanjang visa di kantor Imigrasi. Saat memperpanjang visa, biasanya pihak imigrasi akan mempertanyakan tentang Asuransi Kesehtatan. Biaya untuk mengurus Asuransi Kesehatan terutama untuk para pelajar tidaklah semahal yang dipikirkan, hanya berkisar 50 Euro perbulan jika menggunakan jasa perusahaan asuransi milik Negara yang memang menyediakan layanan khusus kepada mahasiswa.

Terakhir, kamu harus melaporkan diri kamu ke Kedutaan RI, dan pelaporan diri ini berguna untuk membebaskan diri kamu dari penarikan fiskal saat kamu sednag berlibur di Indonesia. Pelaporan diri ke Kedutaan juga dapat mempermudah kamu kalau tiba-tiba paspor kamu hilang atau ingin memperpanjangnya.


Pencarian Terpopuler:

universitas di jerman, perguruan tinggi di jerman, universitas negeri di jerman, universitas di german, universitas-universitas di jerman, kampus di jerman, informasi universitas di german, pergaulan hidup remaja di jerman, universitas di jerman fashion, universitas kuliah di germany.

GermanyJerman dikenal sebagai tujuan ideal untuk menuntut ilmu. Teknologinya yang selalu uptodate dan fasilitas pendidikannya yang lengkap serta murahnya biaya kuliah membuat jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke Jerman selalu bertambah setiap tahunnya. Pemerintah Jerman sendiri menginginkan banyak warga Negara asing untuk menuntut ilmu di Jerman, dan mereka memberikan beasiswa dan pinjaman tanpa bunga jika warga asing tersebut tidak mampu menanggung biaya pendidikan. Sayangnya peminat pelajar Indonesia untuk belajar di Jerman tidak sebanyak Amerika atau Australia disebabkan karena kendala bahasa, dimana bahasa pengantarnya kebanyakan menggunakan bahasa Jerman.

Hal yang harus kamu lakukan sebelum kamu mendaftar ke salah satu universitas adalah belajar Bahasa jerman. Bahasa Jerman adalah bahasa pengantar dan ini wajib dikuasai jika ingin belajar di Jerman. Kamu dapat mengambil kelas bahasa Jerman di Goethe Institute yang ada di Jakarta, Bandung atau Surabaya, atau juga kelas di banyak lembaga lainnya.

Hanya saja biasanya ijasah bahasa ZDaF dari Goethe Institute lah yang diakui sebagai persyaratan kemampuan bahasa. Setelah mengantongi sertifikat bahasa Jerman, sebelum memasuki dunia perkuliahan para mahasiswa asing diharuskan untuk menempuh persiapan pendidikan selama 2 semester di Studienkolleg, yang gunanya untuk membiasakan mahasiswa asing dengan penggunaan bahasa Jerman dan sistem kuliah di Jerman.

Beruntunglah kita yang ada di Indonesia, sebab ada Studienkolleg di Jakarta yang bekerja sama dengan salah satu Studienkolleg Universitas Hannover sehingga kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk persiapan kuliah dan masa tempuh Studienkolleg di Indonesia lebih pendek 3 bulan daripada Studienkolleg di Jerman. Setelah menyelesaikan Studienkolleg barulah mahasiswa mencari infromasi jurusan yang diminati serta langkah-langkah yang dibutuhkan. Mereka dapat mengunjungi Zentral Studienberatung atau Pusat Konsultasi.

Untuk mendaftar, kamu bisa menanyakan informasi lebih lengkap ke Goethe Institute atau mengirimkan email ke universitas yang bersangkutan. Batas pendaftaran biasanya berakhir pada 15 Juli atau 15 Januari. Saat mengembalikan formulir pendaftaran kamu harus menyertakan Legalisir Ijasah Pendidikan terakhir, Legalisir Ijasah Bahasa atau Surat keterangan pernah/sedang mengikuti kursus bahasa Jerman di Instansi pendidikan bahasa Jerman, Riwayat Hidup yang ditulis dalam bahasa Inggris/jerman, foto dan amplop balasan yang ditulis alamat kamu serta prangko internasional. Semua Legalisir harus diterjemahkan dalam bahasa jerman. Kamu dapat menerjemahkannya lewat Kedutaan Jerman dengan biaya sekitar 50rb-100rb per lembar.


Pencarian Terpopuler:

kuliah di jerman, biaya kuliah di jerman, kuliah jerman, gambar bendera negara asing, mending kuliah di german atau usa.

Selain Amerika, Australia juga menjadi salah satu tujuan favorit dalam menimba ilmu bagi para mahasiswa Indonesia. Letak negara yang tak begitu jauh dari Indonesia dan deretan pilihan universitas berkualitas prima menjadi daya tarik tersendiri, selain juga biaya pendidikan yang tak sebesar Amerika atau Inggris.

Sistem pendidikan di Australia memiliki standar yang tinggi yang menjamin kualitas lulusannya, dan ngga Cuma itu juga, sistem mereka juga diakui dunia internasional. Berbagai bidang ilmu ditawarkan di Australia dengan biaya yang bervariasi, hampir mirip dengan kondisi di Indonesia. Namun yang menjadi favorit di sana adalah program kedokteran, IT dan ekonomi.

Kemampuan bahasa inggris mutlak diperlukan jika kamu mau melanjutkan studi ke Australia, dan minimum kamu harus memiliki skor TOEFL sekitar 550 atau IELTS 6. Namun jangan kuatir jika skor kamu tidak mencukupi batas minimum karena ada banyak lembaga bahasa di Australia yang akan membantu kamu untuk mencapai skor yang dibutuhkan sebelum kamu memasuki universitas.

Australia melengkapi beberapa layanan untuk mahasiswa asing seperti Informasi tambahan dan Orientasi siswa, Dukungan pembelajaran, Pelatihan tambahan Bahasa Inggris, Konseling akademik, konseling pribadi, Saran mengenai Visa, Panduan memperoleh pekerjaan dan akomodasi, Bantuan mendapatkan pengobatan, Penjemputan di Bandara ketika datang.