Archive for the ‘Remaja Dan Organisasi’ Category


Kamu suka marah-marah atau uring-uringan kepada teman sepermainanmu karena masalah sepele, seperti ia lupa mengembalikan buku pinjamannya, atau ia mengejek potongan rambutmu yang jelek? Kamu tiba-tiba naik pitam, lalu menghardiknya di depan teman-temanmu yang lain? Apakah itu hal yang tidak wajar? Tidak! Ungkapan perasaan yang disebabkan oleh karena kamu kesal adalah hal yang manusiawi, karena itu tandanya kamu memang tidak suka terhadap perlakuan temanmu itu. Namun apapun yang kamu ungkapkan hendaknya tetap dalam taraf wajar. Kata orang, boleh-boleh saja kamu marah, namun pengendalian diri harus dinomersatukan.

Memang para peneliti yang memantau perkembangan remaja di jaman sekarang mengatakan bahwa, remaja sekarang sangat liberal dalam mengekspresikan perasaannya. Apalagi seringnya mereka menonton acara televisi atau film-film yang mengedepankan asas tersebut, yang dapat mempengaruhi perkembangan remaja jaman sekarang. Namun kebebasan dalam berekspresi seharusnya tidak mengabaikan etika, norma maupun perasaan sesama. Jangan sampai kita dianggap orang yang kurang ajar atau tidak berpendidikan karena kita mengabaikan hal-hal tersebut. Dan segala bentuk pengabaian tersebut tidak terlepas dari kemampuan kita untuk mengendalikan diri kita dalam pergaulan. Tentu dengan pengendalian diri sebaik mungkin, kita akan mudah bergaul dengan siapa saja.

Pengendalian diri yang baik juga akan menghasilkan penilaian-penilaian yang baik dari orang-orang sekitar kita. Mereka akan menilai kita sebagai orang yang menyenangkan, karena kita bersikap sabar dalam menanggapi segala hal yang buruk. Tentang sabar ini memang setiap orang akan sangat menyukai orang-orang yang memiliki sikap demikian. Itu juga menjadi tanda bahwa kita adalah orang yang telah memiliki sikap dewasa.

Apabila kita sering lepas kontrol, maka seyogyanya kita selalu bercermin kepada orang-orang yang memiliki sikap sabar yang tinggi di sekitar kita. Pelajari cara orang tersebut dalam menangani masalah yang terjadi, dan langkah-langkah yang mereka lakukan dalam mengatasi masalah yang timbul. Mungkin banyak berdiskusi dengan saudara-saudara kita yang lebih tua, akan membantu kita lebih terbuka dalam berpikir. Banyak hal bisa dipecahkan dengan melakukan diskusi dengan orang lain. Dengan begitu kita tidak akan terkungkung oleh dunia pikiran remaja yang sempit, sehingga dapat membuat kita menjadi orang yang suka lepas pengendalian diri.


Pencarian Terpopuler:

belajar mengendalikan diri, cara bersikap sabar, cara mengendalikan diri, pengendalian diri, cara pengendalian diri, belajar pengendalian diri, cara untuk bersikap sabar, pengendalian diri dalam dunia remaja, pengendalian diri remaja, pengendalian remaja.

Dengan adanya keinginan dari para remaja untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya, maka tepatlah bila pada masa seperti ini, pertemanan mereka diarahkan pada bentuk organisasi yang bermanfaat.

Dimana mereka bersama-sama belajar demokrasi, mengatur sebuah organisasianti ras, berdiskusi, mengatur suatu kegiatan, dimana pembelajaran itu semua dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka saat dewasa. Contoh yang telah sering kita dengar adalah karang taruna. Organisasi ini sebetulnya sangat bermanfaat bagi remaja untuk lebih mengenal lingkungan sekitarnya.

 Melalui organisasi ini, mereka dapat mengetahui siapa-siapa saja yang tinggal di sekelilingnya, bukannya seperti kebanyakan masyarakat di kota-kota besar yang bahkan tidak mengenal tetangganya sendiri. Melalui karang taruna, para remaja selain dapat memperoleh teman-teman dari lingkungannya sendiri, mereka juga dapat belajar bagaimana mengisi waktu luang mereka dengan membuat sesuatu yang lebih baik untuk daerah tempat tinggalnya.

Bersama-sama, mereka akan membuat suatu perbaikan.Tidak hanya melalui karang taruna, melalui klab-klab hobi pun para remaja dapat memperluas wawasan mereka. Sebut saja klub olah raga di sekolah-sekolah. klub remajaMereka dapat belajar akan artinya sportif, perjuangan dan semangat melalui organisasi- organisasi semacam ini. Bagi mereka yang berminat akan film, bergabunglah mereka dengan kelompok pecinta film yang dapat mereka temukan di klab-klab yang terdapat di situs-situs internet.

Pendek kata, usia remaja harus banyak diisi untuk melihat sekeliling dan banyak belajar menghadapi tantangan kehidupan di dunia luar. Melalui organisasilah biasanya hal-hal seperti itu dapat secara nyata terwujudkan.

Bilamana hanya terkungkung dalam kehidupan pribadi semata, ditakutkan perkembangan para remaja akan cenderung menjadi manusia dewasa yang lebih individualis dan enggan untuk berinteraksi pada masyarakat banyak.