Archive for the ‘Remaja Dan Orangtua’ Category


orang tua bertengkarOrang tua bertengkar lalu memarahimu? Kamu seolah-olah broken home karena terkena getah akibat amarah yang meledak-ledak dari kedua orang tua. Sekilas dunia terlihat seperti tidak bersahabat denganmu. Dunia kamu tampak seperti kapal yang diombang-ambing oleh ombak dan seolah-olah akan pecah berantakan. Hatimu sedih tiap kali orang tua memarahimu, walaupun kamu merasa semua itu bukan salahmu.

Kamu menjadi korban emosi orang tua yang tidak bisa mengontrol diri. Kamu pun merasa hidup kamu tidak berguna lagi. Kamu mungkin berpikir lebih baik kabur dari rumah daripada menjadi sasaran emosi orang tua. Atau bisa juga kamu melampiaskan kekesalanmu pada rokok atau minum minuman keras. Tidak jarang beberapa anak remaja melarikan diri pada narkoba, karena merasa sudah tidak dihargai oleh orang tuanya. (more…)


Pencarian Terpopuler:

orang tua bertengkar, remaja dan orangtua, gambar orang bertengkar, orang bertengkar, orang tua sering bertengkar, cara mengatasi orang tua bertengkar, cara mengatasi orang tua yang bertengkar, Cara mencegah orang tua bertengkar, kalau orangtua bertengkar sebagai anak harus bagaimana, remaja broken home trauma pria.

Banyak sekali perilaku orang tua yang membatasi pergaulan anaknya karena kurangnya rasa percaya orang tua terhadap anaknya dalam hal memilih teman sepergaulan dan takut bila anaknya terjerumus dalam pergaulan bebas, terutama saat usia anak itu menginjak masa-masa remaja. Namun, pembatasan pergaulan ini hendaknya dilakukan dengan melihat serta mempelajari pergaulan yang dilakukan anak terlebih dahulu.

Jangan sampai dalam melakukan pembatasan pergaulan akan mengakibatkan hal buruk terhadap perkembangan anak, misalnya kurang pergaulan. Jika pembatasan pergaulan ini memang perlu dilakukan, maka tetaplah memberi keadilan kepada sang anak dengan memperbolehkan bergaul dan mengenal lingkungan yang ada di sekitarnya. (more…)


Pencarian Terpopuler:

remaja dan pergaulannya, PERGAULAN BAIK, anak remaja, pengawasan komunitas pergaulan, dampak positif dan negatif dari pergaulan remaja, hal positif di bidang pergaulan, bagaimana cara bergaul dengan teman sebaya yang positif, narasi membatasi peraulan, apakah pergaulan bebas mempengaruhi mental dan prestasi remaja?, pergaulan positif dan negatif pada remaja.

Masa puber merupakan masa perkembangan remaja dari masa kanak-kanak menuju ke tingkat kedewasaan yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan tertentu. Perubahan tersebut memicu tingkat kelabilan psikologis remaja sehingga mereka rawan terserang depresi.

Beberapa contoh depresi yang menyertai masa puber antara lain:

  • Mudah emosi. Perkembangan remaja menuju dewasa selalu diwarnai dengan tingkat emosi yang tak terkontrol. Mereka cepat marah jika tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  • Sangat sensitif. Perasaan sensitif yang muncul saat masa puber akan membuat remaja lebih mudah tersinggung. Mereka bahkan sering merasa bahwa seseorang sedang membicarakan tentang keburukan mereka.
  • Tidak ingin dikekang. Inilah sifat utama dari remaja yang sedang mengalami masa puber. Mereka ingin bebas dan mencoba hal-hal baru. Jika tidak dituruti, mereka biasanya membangkang dan mungkin akan kabur dari rumah.
  • Merasa terlalu kuat atau terlalu lemah. Ketika menginjak masa puber, remaja dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi akan merasa dirinyalah yang paling kuat sehingga dapat melakukan apapun yang mereka kehendaki. Sebaliknya, remaja yang memiliki sifat minder semakin merasa bahwa dirinya adalah orang terburuk di dunia. Ini akan berdampak pada kondisi psikologis anak yang dapat menyebabkan phobia pada dunia luar.

Jika semua hal di atas tidak segera ditangani, mereka akan mencari solusinya sendiri. Hal-hal berbau negatif seperti merokok, minum minuman keras, bahkan narkoba akan menjadi pilihan mereka. Perilaku seksual yang belum pada waktunya juga menjadi incaran para remaja.

Orang yang terdekat dengan anak adalah orang tua. Orang tua diharapkan dapat menjadi sahabat dan tempat curhat para remaja. Jika tidak, remaja akan mencari orang lain yang mungkin dapat menjerumuskan mereka ke dalam kenakalan remaja. Orang tua sebaiknya juga memberikan pendidikan seks sejak dini dan pengetahuan mengenai bahaya rokok, minuman keras serta narkoba. Bimbingan rohani dan psikologis juga merupakan faktor utama agar remaja berhasil melewati masa puber dengan baik tanpa mengalami depresi.


Pencarian Terpopuler:

masa pubertas, masa pubertas remaja.

Perpecahan keluarga atau perceraian memang bukan masalah yang pantas untuk dialami siapapun. Tidak ada keluarga yang ingin berpisah. Tetapi, apa daya ketika permasalahan di antara orang tua tidak dapat diselesaikan dengan kepala dingin, dan sebagai anak kamu harus menjadi korban dari pertikaian tersebut. Broken home pasti selalu meninggalkan luka bagi yang pernah mengalaminya. Terutama anak yang sama sekali tidak bersalah dalam permasalahan orang tua mereka.

Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi trauma akibat buruk perceraian, yaitu:

  1. Berpikiran Terbuka dan Positif. Tidak perlu terlalu larut dalam kesedihan dan keterpurukan. Orang tua cerai karena demi kebaikan mereka berdua. Walaupun terdengar egois, tetapi bukan berarti pelampiasan kekecewaan kamu kepada mereka dengan merusak diri kamu sendiri. Walaupun orang tuamu berpisah tetapi kamu akan tetap memperoleh kasih sayang yang sama dari keduanya.
  2. Jangan Pikul Beban Itu! Apakah kehancuran keluarga harus menjadi masalah remaja yang wajib dipikul? Jawabannya tentu tidak. Broken home memang membuat kamu tidak utuh tapi juga bukan berarti menghancurkan kamu. Banyak remaja yang tidak dapat bangkit setelah diterpa badai perceraian. Mereka kehilangan arah hidup dan semangat untuk meraih kebahagiaan masa depan. Ambillah hikmah dari perpisahan orang tua agar di masa depan kamu tidak perlu mengalami hal yang sama.
  3. Jangan Mengatasi Masalah Dengan Masalah. Hilangkan pikiran bodoh yang melankolis yang terus membayang-bayangi kehidupanmu. Broken home merupakan trauma berat. Tapi hanya jiwa-jiwa yang tangguh dan optimis yang mampu mengantisipasinya. Tidak perlu menceburkan diri kepada masalah remaja yang lain untuk melupakannya. Seperti narkoba, minuman keras, kenakalan remaja, atau pergaulan bebas. Karena semua itu tidak akan menyelesaikan masalah tetapi malah membuatmu semakin terpuruk.
  4. Hadapi Permasalahan. Hadapilah perceraian itu dengan gagah berani. Hanya dengan berani menghadapinya maka kamu akan dapat melaluinya dan akhirnya mampu memulai lembaran baru dalam kehidupanmu. Orang tua cerai bukan mengharapkan anaknya tercerai berai pula. Maafkanlah orang tua apabila kamu kecewa dengan sikap mereka. Setiap manusia pernah melakukan khilaf dalam hidup. Manusia yang mudah memberi maaf akan menjadi manusia yang kuat dalam menghadapi badai masalah apapun jenisnya. Maka, jadilah pemaaf!
  5. Kejar impian dan cita-citamu. Khalil Gibran berujar, bahwa orang tua bukanlah pemilik dari anak-anak mereka sehingga tidak bisa menentukan masa depannya kecuali anak itu sendiri. Jadi, ketika broken home terjadi, maka semangat untuk mengejar mimpi dan mewujudkan cita-cita tidak perlu ikut hancur dalam dirimu. Tetap berjuanglah untuk menggapai harapan-harapanmu, jangan jadikan perceraian sebagai kendala. Tetaplah semangat!

Pencarian Terpopuler:

perpecahan keluarga, remaja broken home, mengatasi anak broken home, mengatasi broken home, broken home, menghadapi anak broken home, penanganan anak broken home, penanganan masalah anak remaja broken home melalui konseling.