Archive for the ‘Remaja Dan Kriminalitas’ Category


Setiap orang tentu memiliki teman. Perbedaannya ada orang yang banyak memiliki teman dan ada pulang yang memiliki teman dalam jumlah sedikit.

Berteman adalah sifat dasar dari manusia. Sejak dilahirkan, seorang manusia sudah membutuhkan hubungan dekat orang lain. Teman adalah tempat untuk kita dalam mengungkapkan keluh kesah, berbagi kebahagiaan, dan menguatkan kita di saat kita dihadang masalah.

Dalam berteman pun kita harus bisa memilih dengan bijak. Hal ini penting untuk menjaga pergaulan. Karena karakter teman akan menjadi cerminan dari sifat kita. Jika kita berteman dengan orang yang baik kita akan terbawa menjadi orang baik, begitu pun sebaliknya jika kita berteman dengan orang yang jahat kita akan terbawa menjadi jahat pula.

Teman yang baik dan buruk ibaratnya seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi tentu akan memberikan hadiah minyak wangi kepada Anda, atau Anda dapat membeli minyak wangi yang dijualnya, atau setidaknya Anda akan tertular bau wangi dari produk yang dia jual. Sedangkan bersama pandai besi, Anda bisa terbakar oleh apinya, atau setidaknya Anda akan terkena bau hangus.

Memilih teman sama halnya dengan memilih masa depan. Memilih teman adalah memilih perilaku, memilih kualitas ilmu. Maka, jika Anda ingin memiliki masa depan cerah, perilakunya terpuji, serta memiliki wawasan luas, maka Anda harus pandai dalam memilih teman. Berikut tips dalam memilih teman:

  • Pertama, jangan terlalu berhubungan dengan orang yang bodoh, ini akan membuat waktu Anda terbuang percuma. Hal ini akan membuat produktivitas Anda berkurang. Bahkan ada pepatah arab yang sedikit keras mengatakan ”Tarkul jawabi alal jahili jawabun” yang berarti, jawaban yang paling tepat untuk orang bodoh adalah diam.
  • Kedua, Jauhi orang yang pelit. Orang yang pelit akan berpikir 1000 kali untuk memberikan bantuan pada Anda. Tidak hanya materi, dia juga akan malas untuk memberikan bantuan berupa tenaga dan pikiran.
  • Ketiga, jauhi orang yang suka berbuat dosa dan kriminal. Berteman dengan orang seperti ini justru akan menjerumuskan Anda ke dalam masalah. Sebelum hal tersebut terjadi sebaiknya Anda menghindar.
  • Terakhir, berteman jangan hanya demi ketenaran. Saat ini berkembang istilah abg gaul. Abg gaul identik dengan anak yang senang bergaul dan ugal-ugalan. Sebaiknya anda menjaga pergaulan dari hal seperti ini.

Pencarian Terpopuler:

kriminalitas remaja, cara memilih teman yang baik, kriminalitas, pergaulan, tips memilih teman, pemicu pemakaian narkoba, tips memilih teman yang baik, masalah remaja, gambar kriminalitas, cara memilih pergaulan yang baik.

Secara statistik, hingga saat ini pengguna narkoba didominasi oleh usia remaja, meskipun berbagai pihak telah berupaya keras untuk membendung masalah ini. Masalah remaja terkait dengan narkoba masih merupakan pr besar bagi pemerintah dan orang tua, padahal sekian banyak kerugian dan bahaya narkoba bagi kesehatan dan masa depan mereka telah berkali-kali didengungkan. Sebagian remaja yang terlanjur jatuh dalam narkoba percaya bahwa zat ini mampu membuat mereka berpikir lebih baik, aktif, dan populer di kalangan teman. Alih-alih memberi manfaat, narkoba justru menimbulkan banyak gangguan kesehatan.

Kecanduan
Kecanduan hanyalah satu dari sekian banyak dampak buruk narkoba. Narkoba merupakan zat adiktif. Senyawa yang terkandung di dalamnya akan menstimulasi otak untuk meningkatkan produksi dopamine serta merusak syaraf-syaraf otak. Dengan demikian otak hanya akan merasa baik ketika narkoba masuk ke dalam tubuh, tetapi begitu efek ini hilang otak akan memberikan sinyal bahwa tubuh membutuhkan zat ini lagi secara terus-menerus sehingga remaja akan selalu ingin kembali menggunakannya.

Gangguan pada organ penting tubuh
Banyak remaja pengguna narkoba tertipu oleh salah satu efeknya , yaitu stimulan. Efek ini berupa peningkatan kinerja jantung, yang membuat seseorang merasa lebih bertenaga, gembira, dan aktif. Kondisi ini hanya sesaat, dan akan berbalik menjadi efek buruk yang menyeramkan. Karena jantung terpompa secara tidak normal maka besar peluang terjadi gangguan pada organ ini, yaitu aritmia, serangan jantung, dan stroke.

Secara medis dinyatakan bahwa penggunaan narkoba dalam bentuk suntikan dapat menjadi pemicu terjadinya gagal jantung. Khususnya pada narkoba jenis suntik yang berpeluang terjadinya infeksi mikroba pada pembuluh jantung, katup jantung, dan jaringan di sekitarnya. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya komplikasi gagal jantung. Di Amerika sejumlah 25% penderita infeksi pembuluh jantung adalah pengguna narkoba bentuk suntik. Penyakit ini ditandai dengan rasa sesak nafas di dada, demam, mual, muntah, dan penurunan berat badan.

Sementara pada otak, bahaya narkoba mempengaruhi kinerja otak sebagai pusat pengendali seluruh tubuh. Zat berbahaya ini masuk ke dalam otak sehingga merusak sel-sel serta pembuluh syaraf di dalamnya. Akibatnya terjadi penurunan kesadaran, luapan emosi tidak tabil, lemah dalam berpikir, perubahan perilaku, dan kematian sel lokal otak yang menyebabkan kelumpuhan. Kenikmatan yang sesaat tak sebanding dengan penderitaan yang berat dan panjang. Tak hanya itu, penggunaaan narkoba dalam jangka waktu tertentu bisa dipastikan akan mengalami gangguan di seluruh organ vital tubuh seperti kulit, paru-paru, ginjal, dan tulang.

Kerusakan mental
Di dalam otak terdapat syaraf-syaraf yang mengendalikan mental seseorang. Sementara narkoba yang telah menjangkau sistem otak akan berpengaruh besar terhadap mental remaja, seperti gangguan jiwa, depresi, dan kenakalan remaja. Secara statistik bertambahnya jumlah remaja pengguna narkoba sejalan dengan peningkatan masalah kenakalan remaja.

Remaja yang terlanjur menjadi pengguna narkoba akan terdorong untuk berusaha selalu memperoleh zat ini dengan cara apapun, termasuk dengan tindak kejahatan. Jika secara finansial pribadi remaja tak mampu lagi mencukupi kebutuhannya, maka ia akan berusaha dengan berbagai cara seperti mencuri. Di sisi lain, remaja putri yang menjadi pengguna narkoba juga tak sedikit yang malakukan kenakalan remaja seperti hamil pra nikah.

Ironisnya kondisi ini diikuti dengan tindakan aborsi, diperkirakan di Indonesia terjadi 700 ribu pelaku aborsi adalah remaja dan sejumlah besar terkait dengan narkoba. Jadi jika remaja tak mau terkena dampak bahaya narkoba, maka jangan sekali-kali mencobanya. Karena begitu jatuh, maka akan sulit untuk lepas. Jadi kalimat “say no to drugs!” seharusnya tak hanya sekedar slogan, tapi juga menjadi tekad kuat yang harus selalu dipegang oleh remaja.


Pencarian Terpopuler:

bahaya narkoba bagi kesehatan, remaja narkoba, statistik kenakalan remaja, remaja pengguna narkoba, remaja pemakai narkoba, akibat narkoba bagi remaja, masalah sosial narkoba.

Berbagai macam bentuk kenakalan remaja yang terjadi dalam lingkungan remaja seperti tawuran, merokok,konsumsi narkoba atau minuman keras, seks bebas, dan lain sebagainya. Menurut penelitian, semakin tahun angka kenakalan remaja semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh banyak hal seperti pengaruh pergaulan, depresi, kurang perhatian dan pengawasan dari orang tua, dan lain-lain.

Akibat dari kenakalan antara lain kepribadian yang buruk, penurunan prestasi akademik, hingga bahaya narkoba bagi kesehatan dan mental. Sehingga kita sebagai kaum remaja alangkah sebaiknya mencegah dan menjauhkan diri dari segala bentuk kenakalan remaja.

Berikut merupakan trik untuk menjauhkan diri dari kenakalan remaja:

  1. Kenakalan remaja paling sering terjadi diakibatkan salah memilih pergaulan. Oleh sebab itu, sebaiknya kita pintar-pintar memilih lingkungan pergaulan. Misalnya dengan melihat latar belakang kepribadian teman kita atau memperoleh teman dari suatu kegiatan positif, seperti teman les musik atau teman kerja kelompok.
  2. Depresi karena masalah kita dengan orang tua atau kondisi lingkungan keluarga seperti perceraian, mudah menjerumuskan kita untuk berprilaku menyimpang sebagai pelampiasan. Maka sebaiknya mengisi waktu dengan segala kegiatan positif yang digemari, seperti latihan musik, melukis, atau membuat suatu penelitian, dan lain sebagainya.
  3. Tidak mengunjungi tempat-tempat dimana kenakalan remaja mendapat toleransi. Seperti bar, diskotik atau club malam. Sebab tempat-tempat tersebut memiliki kecenderungan mempengaruhi kita untuk merokok atau mengkonsumsi minuman keras, yang kemudian disusul oleh perlakuan menyimpang lainnya.
  4. Tingginya rasa gengsi dan ingin terlihat menonjol diantara teman-teman dengan maksud mencari perhatian, dapat menjadi penyebab melakukan kenakalan. Oleh sebab itu, lebih baik bergaul dengan teman dari golongan kelas ekonomi yang sepadan.
  5. Ketika menjumpai hal atau konflik yang sulit ditemukan solusinya, sebaiknya melakukan komunikasi dengan orang lain yang memiliki kompetensi untuk memecahkan permasalahan. Seperti orang tua, guru atau saudara, sehingga tidak mencari jawaban sendiri atau dari teman pergaulan yang belum pasti diketahui pola pemikirannya.
  6. Bila ingin melihat konser musik atau suatu pertunjukan, alangkah sebaiknya memilih acara yang rendah resiko perkelahian atau terdapat kelompok-kelompok pergaulan remaja nakal.

Pencarian Terpopuler:

macam-macam kenakalan remaja, Gambar kenakalan remaja, macam macam kenakalan remaja, penelitian kenakalan remaja, persentase kenakalan remaja, kenakalan remaja 2011, penelitian tentang kenakalan remaja, tingkat kenakalan remaja.

Narkoba perusak masa depan, agaknya pernyataan ini tidak berlebihan. Narkoba ini dapat menurunkan kesadaran serta merubah kesadaran dan dapat juga menghilangkan rasa nyeri. Penggunaan dalam dosis tepat dapat menolong dalam urusan medis, namun jika digunakan dalam dosis yang berlebihan dapat menimbulkan hal yang tidak baik karena akan kecanduan dan mengalami ketergantungan. Berbicara tentang narkoba sepertinya kasus penyalahannya di Negara Kita tidak pernah ada habisnya. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga tahun 2008 saja jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,2 juta orang. Dari jumlah ini 32% nya adalah pelajar dan juga mahasiswa.

Salah satu dampak yang ditakutkan dari narkoba ini adalah rusaknya pergaulan remaja. Pergaulan remaja sangat dekat dengan narkoba, karena rasa ingin tahu remaja yang sangat besar mengenai sesuatu hal termasuk narkoba. Kebanyakan kasus yang terjadi diawali dari coba-coba dan berkelanjutan menjadi ketagihan. Adanya anggapan yang salah di sebagian remaja yang menganggap dengan menggunakan narkoba dapat meningkatkan gengsi dalam pergaulan turut serta menjadikan penggunaan narkoba di kalangan remaja menjadi meningkat. Kenakalan remaja semakin diperparah ketika orang tua kurang peduli dengan tidak melakukan pengawasan kepada anak remajanya.

Masih berbicara tentang narkoba, banyak sekali jenis dari narkoba ini yang beredar dan berkembang luas secara ilegal di berbagai dunia. Jika ditanya harga, bervariasi mulai dari yang murah hingga yang mahal. Untuk heroin mempunyai harga yang sangat tinggi mencapai jutaan rupiah, disusul shabu dengan harga berada pada level ratusan ribu rupiah, putauw dengan harga puluhan ribu rupiah, ganja dengan kisaran harga puluhan ribu rupiah hingga pil koplo yang ditawarkan dengan harga Rp. 10.000.

Tidak jarang remaja dengan keuangan terbatas yang masih mendapatkan uang dari orang tua bisa terjerat dalam jerat hitam narkoba. Biasanya tempat-tempat yang menawarkan kesenangan seperti diskotik akrab dengan yang namanya peredaran ilegal narkoba. Padahal tempat-tempat seperti ini banyak disenangi oleh remaja. Karena itulah tidak dapat dipungkiri dari hari ke hari tingkat kenalan remaja semakin berkembang.

Begitu besarnya bahaya narkoba nampaknya kurang diperhatikan oleh remaja yang masih bermental labil. Yang terpikirkan oleh mereka hanyalah kesenangan sesaat yang ditimbulkan oleh narkoba. Padahal narkoba yang dikonsumsi secara terus menerus dan juga dalam dosis yang tidak sesuai dapat menyebabkan rusaknya organ tubuh (seperti jantung, paru-paru, pembuluh darah dan juga sistem syaraf) yang pastinya dapat merusak masa depan si remaja, rusaknya organ reproduksi yang akan menyulitkan untuk mendapatkan keturunan, HIV/AIDS (yang hingga sekarang belum ditemukan obat untuk mengatasinya) hingga gangguan psikologis (tidak percaya diri, malas sehingga menjauhkan dari prestasi) dan dampak sosial (dijauhi dari pergaulan sosial yang nantinya mengakibatkan kehidupan si remaja semakin terkucilkan).

Dampak yang paling fatal dari penyalahan narkoba ini adalah Over Dosis yang mengakibatkan kematian. Dari data BNN, sekitar 15.000 orang harus meregang nyawa setiap tahunnya akibat pemakaian narkoba, dimana 78 % nya adalah remaja. Begitu banyaknya dampak yang ditimbulkan dari penyalah gunaan narkoba ini, setidaknya remaja bisa berpikir lebih bijaksana lagi sebelum mencoba hal-hal baru.


Pencarian Terpopuler:

BAHAYA NARKOBA, narkoba, pengaruh narkoba terhadap masa depan, dampak narkoba terhadap masa depan, pengaruh narkotika terhadap masa depan, bahaya narkoba bagi pelajar, narkoba merusak masa depan remaja, bahaya narkoba bagi generasi muda, kenakalan remaja dan narkoba, remaja dan narkoba.