Archive for February, 2010


Kuliah di luar negeri merupakan salah satu pilihan studi bagi para lulusan SMU sekarang. Yang dicari apalagi kalau bukan kualitas pendidikan yangKuliah di Luar Negeri lebih baik yang dapat menjamin masa depan pelajar itu nantinya.

Bagi kamu yang memiliki orang tua dengan tabungan dana pendidikan berlebih, kuliah ke luar negeri itu bisa ide bagus. Selain ditempa dengan pendidikan berkualitas prima, kamu juga akan belajar mandiri dan menyesuaikan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru.

Kuliah ke Luar negeri identik dengan mahal, terutama di Negara-negara favorit tujuan studi seperti Amerika Serikat dan Inggris biaya kuliah untuk mahasiswa Asia Pasifik bisa mencapai Rp. 2 Milyar hingga lulus program Undergraduate atau S1. Jika ortu kamu ngga kaya-kaya banget, mendingan jangan maksa sekolah di luar negeri, toh universitas dalam negeri ngga kalah kualitasnya. Sebelum kamu mendaftar ke universitas di luar negeri, ada baiknya kamu melihat tips-tips belajar ke luar negeri berikut :

  1. Pastikan paling tidak kamu menguasai bahasa inggris atau bahasa pengantar di universitas tempat kamu mendaftar. Jika tidak, maka akan sia-sialah segala pengorbanan orang tua kamu yang telah mengeluarkan banyak uang untuk studi kamu. Pelajari standar kemampuan berbahasa asing, dan jika kamu belum mencapai standar tersebut mungkin keinginan kamu untuk belajar di luar negeri harus ditunda. Biasanya untuk belajar ke luar negeri kamu harus punya standar IELTS dan TOEFL tertentu. Kursus memperoleh nilai IELTS dan TOEFL tersedia di mana-mana, atau coba hubungi universitas tempat kamu mendaftar, mungkin mereka menunjuk institusi tertentu untuk mengadakan tes IELTS dan TOEFL untuk calon pendaftar.

  2. Tentukan Negara tujuan dengan faktor pendukung seperti biaya kuliah, biaya hidup, budaya, jarak dan lain-lain

  3. Tentukan universitas pilihan kamu yang menyediakan program studi sesuai minat dan bakat kamu, kemampuan akademis serta lama studi. Coba hubungi lembaga pendidikan lewat kontak mereka entah itu email, telepon, website atau lewat jasa konsultan untuk mendapatkan informasi yang lebih jauh terutama mengenai persyaratan masuknya. Periksa pula apakah gelar yang akan kamu peroleh nantinya dapat diakui di Indonesia dan di Negara lain atau tidak, serta apakah kredit yang akan kamu peroleh dapat diakui jika nantinya kamu ingin transfer ke universitas lainnya.

  4. Penuhi syarat-syarat yang dibutuhkan misalnya melengkapi syarat-syarat pendaftar, pengesahan dokumen dan terjemahannya dalam bahasa inggris, permohonan visa pelajar, pembuatan paspor, pengurusan transportasi, dan pembayaran uang sekolah dan biaya lainnya.

  5. Siapkan mental. Di luar negeri itu sangat beda dengan di Negara kita, apalagi nanti disana kamu sendirian. Selain harus beradaptasi dengan cuaca dan budaya yang benar-benar berbeda, kamu juga harus menyiapkan diri kamu untuk belajar dengan keras. Ingat di luar negeri ngga bisa nyontek seperti di Indo lho!

  6. Salah satu hal yang penting juga adalah penyediaan dana. Jika kamu tidak dibiayai orang tua, maka dana dari sponsor sangat kamu butuhkan. Sponsor disini bisa jadi pihak pemberi beasiswa, atau mungkin instansi tempat kamu bekerja atau universitas kamu yang sudah menunjuk kamu untuk lebih mengembangkan diri dengan menuntut ilmu di luar negeri. Sponsor inilah yang akan membiayai kamu entah itu biaya untuk uang kuliah saja atau juga termasuk biaya hidup, tiket dan juga biaya lain-lain.

  7. Kesehatan kamu harus prima terutama saat kamu akan bertolak ke Negara tujuan. Rata-rata Negara tujuan akan menolak untuk memberi visa jika kamu memiliki kondisi fisik yang ringkih, sebab cuaca di Negara tujuan sangat berbeda dan dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan kamu.

  8. Kamu harus bebas dari perkara kriminal, karena tidak ada Negara yang mau menerima kriminal masuk ke negaranya.


Pencarian Terpopuler:

poto luar negeri.

Kuliah di Jerman kini tak lagi gratis. Sejak tahun 2006 mereka memungut biaya pendidikan dari semua mahasiswa, akibat dari krisis ekonomi yang melanda Negara tersebut.

Namun besarnya biaya pendidikan di Jerman tidaklah semahal di Amerika atau Australia, yaitu sebesar 500-600 Euro per semesternya, hanya saja sayangnya biaya hidup di Jermanlah yang tinggi. Mahasiswa yang belajar di Jerman diperbolehkan bekerja penuh waktu selama 90 hari atau kerja part time selama 180 hari per tahun.

Mereka juga dapat bekerja di perusahaan yang nantinya mungkin dapat menerima mereka sebagai pegawai setelah lulus jika performa kerjanya dinilai baik. Pendapatan perbulan mahasiswa yang bekerja dapat mencapai 400 Euro, dan walaupun terkena pajak, nantinya pajak itu akan dikembalikan pada akhir tahun penghitungan pajak.

Namun walaupun begitu bekerja part time tidak menjamin akan menutupi seluruh kebutuhan hidup dan uang kuliah, hanya saja cukup untuk menambah pemasukan sehari-hari.

Pendidikan tinggi di Jerman terbagi menjadi 2 yaitu Universitat (UNI) dan Fachhochschule (Applied Univeristy, FH). UNI lebih menekankan pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan perbandingan 60:40 untuk teori dan praktek, sedangkan di FH perbandingannya adalah kebalikannya yaitu 40:60. Jadwal kuliah di Uni adalah Okt-Maret dan Apr-Sept, sedangkan FH memulainya di bulan Agust-Jan dan Feb-Juli. Sistem pendidikan di Jerman saat ini sudah disamakan dengan semua perguruan tinggi di Eropa menjadi 3 jenjang yaitu Bachelor-Master-Doktor dari Diplom-Doktor untuk memberikan kesempatan kerja dan transfer pendidikan yang setara di seluruh Uni Eropa.

Seperti juga belajar di Negara lain, untuk studi di Jerman kamu harus dapat beradaptasi dengan budaya Jerman. Hilangkan kebiasaan pasif selama berada di sana, banyak-banyaklah tanya dan mengumpulkan informasi mengenai semua hal, tidak berkisar seputar topik kuliah saja tetapi juga hal-hal sehari-hari. Tanyakan juga peraturan mengenai akomodasi dan teliti apartemen sebelum kamu memutuskan untuk menyewanya karena jika ada kerusakan maka kamulah yang harus menggantinya.

Kamu juga harus mendapatkan surat domisili dari Balai Kota yang digunakan untuk memperpanjang visa di kantor Imigrasi. Saat memperpanjang visa, biasanya pihak imigrasi akan mempertanyakan tentang Asuransi Kesehtatan. Biaya untuk mengurus Asuransi Kesehatan terutama untuk para pelajar tidaklah semahal yang dipikirkan, hanya berkisar 50 Euro perbulan jika menggunakan jasa perusahaan asuransi milik Negara yang memang menyediakan layanan khusus kepada mahasiswa.

Terakhir, kamu harus melaporkan diri kamu ke Kedutaan RI, dan pelaporan diri ini berguna untuk membebaskan diri kamu dari penarikan fiskal saat kamu sednag berlibur di Indonesia. Pelaporan diri ke Kedutaan juga dapat mempermudah kamu kalau tiba-tiba paspor kamu hilang atau ingin memperpanjangnya.


Pencarian Terpopuler:

universitas di jerman, perguruan tinggi di jerman, universitas negeri di jerman, universitas di german, universitas-universitas di jerman, perguruan tinggi jerman, universitas kebidanan di jerman.

GermanyJerman dikenal sebagai tujuan ideal untuk menuntut ilmu. Teknologinya yang selalu uptodate dan fasilitas pendidikannya yang lengkap serta murahnya biaya kuliah membuat jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke Jerman selalu bertambah setiap tahunnya. Pemerintah Jerman sendiri menginginkan banyak warga Negara asing untuk menuntut ilmu di Jerman, dan mereka memberikan beasiswa dan pinjaman tanpa bunga jika warga asing tersebut tidak mampu menanggung biaya pendidikan. Sayangnya peminat pelajar Indonesia untuk belajar di Jerman tidak sebanyak Amerika atau Australia disebabkan karena kendala bahasa, dimana bahasa pengantarnya kebanyakan menggunakan bahasa Jerman.

Hal yang harus kamu lakukan sebelum kamu mendaftar ke salah satu universitas adalah belajar Bahasa jerman. Bahasa Jerman adalah bahasa pengantar dan ini wajib dikuasai jika ingin belajar di Jerman. Kamu dapat mengambil kelas bahasa Jerman di Goethe Institute yang ada di Jakarta, Bandung atau Surabaya, atau juga kelas di banyak lembaga lainnya.

Hanya saja biasanya ijasah bahasa ZDaF dari Goethe Institute lah yang diakui sebagai persyaratan kemampuan bahasa. Setelah mengantongi sertifikat bahasa Jerman, sebelum memasuki dunia perkuliahan para mahasiswa asing diharuskan untuk menempuh persiapan pendidikan selama 2 semester di Studienkolleg, yang gunanya untuk membiasakan mahasiswa asing dengan penggunaan bahasa Jerman dan sistem kuliah di Jerman.

Beruntunglah kita yang ada di Indonesia, sebab ada Studienkolleg di Jakarta yang bekerja sama dengan salah satu Studienkolleg Universitas Hannover sehingga kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk persiapan kuliah dan masa tempuh Studienkolleg di Indonesia lebih pendek 3 bulan daripada Studienkolleg di Jerman. Setelah menyelesaikan Studienkolleg barulah mahasiswa mencari infromasi jurusan yang diminati serta langkah-langkah yang dibutuhkan. Mereka dapat mengunjungi Zentral Studienberatung atau Pusat Konsultasi.

Untuk mendaftar, kamu bisa menanyakan informasi lebih lengkap ke Goethe Institute atau mengirimkan email ke universitas yang bersangkutan. Batas pendaftaran biasanya berakhir pada 15 Juli atau 15 Januari. Saat mengembalikan formulir pendaftaran kamu harus menyertakan Legalisir Ijasah Pendidikan terakhir, Legalisir Ijasah Bahasa atau Surat keterangan pernah/sedang mengikuti kursus bahasa Jerman di Instansi pendidikan bahasa Jerman, Riwayat Hidup yang ditulis dalam bahasa Inggris/jerman, foto dan amplop balasan yang ditulis alamat kamu serta prangko internasional. Semua Legalisir harus diterjemahkan dalam bahasa jerman. Kamu dapat menerjemahkannya lewat Kedutaan Jerman dengan biaya sekitar 50rb-100rb per lembar.


Pencarian Terpopuler:

kuliah di jerman, biaya kuliah di jerman, kuliah jerman.