Saat Wajah Kita Ada Di Facebook
Friendster dan kini facebook, adalah dua jejaring sosial (socialsite) yang kini sedang menggurita di jagat maya. Kedua site ini-dan mungkin yang serupa, tak sekadar berfungsi untuk memajang wajah dan data-data personal si pengguna social site saja, melainkan ternyata ampuh untuk menemukan kembali teman, sahabat, keluarga, pacar atau bahkan juga hewan periharaan yang hilang atau lama tidak nongol.
Intinya, baik friendster maupun facebook sama-sama bisa mengikatkan dua pribadi atau lebih untuk kembali berhubungan tanpa harus bertemu secara fisik. “Menyambung tali silaturahmil”, begitu setidaknya kata Pak Ustadz.
Social site? What is this? Social site sebenarnya sama dengan site atau web lain. Perbedaan yang signifikan antara sosial site dengan site lain adalah sifatnya yang terbuka bagi siapa pun, selain itu ya… seperti yang sudah sedikit diuraikan di atas tadi, social site Bisa menghubungkan manusia satu dengan yang lain tanpa harus bertatap muka secara fisik.
Dari segi bahasa, kita dapat melihat arti kata social side dalam kamus. Kita dapat menengok kata social pada social site. Jika ada social, maka lawannya adalah personal.
Jadi jika selama ini banyak yang sudah menikmati site personal, contohnya site atau webnya para artis, band, korporat, maupun institusi yang mungkin terbatas diadministorkan pemilik site, maka di social site macam facebook dan friendster, pengguna bisa leluasa untuk mengedit isi/content apa saja yang mau ditampilkan. Dan asyiknya lagi, editan itu bebas, “Terserah loe mau nampilin sosok loe kayak apa. Mau narsis boleh, gila kalo mau juga kagak ape-ape, culun sah, manis kagak ada yang ngelarang, PD, DP atau apapun terserah yang penting jangan sampai memancaing kekisruhan dan sebaiknya bertanggung jawab sama isi/content/profil loe yang nongol di social site..”
Apa sebabnya? Yaa… gampangnya, jika kita mau kenalan atau mau dikenal maka kita harus menampilkan kesan yang baik, selain itu akan lebih baik lagi jiuka kita bisa mengungkapkan ciri khas yang baik dihadapan orang yang mau kita ajak kenalan. Yup, prinsip itu juga ada kalau kita mau jadi pengguna social site. Istilahnya, itu adalah kode etikanya. Selain sifat administratornya yang bisa diedit sama pengguna.
Perbedaan social dan personal site juga bisa dilihat masih dari akronim kata social dan personal. Apa itu? Kalau yang social maknanya bisa juga gabungan dari personal-personal. Maka dari itu social site itu bisa juga diatikan sebuah site yang tidak bisa digunakan jika penggunanya cuma satu person saja. Karena itulah “loe kudu cari temen sebanyak-banyaknya atau bisa jadi loe yang lagi dicari oleh seseorang nan jauh di sana..” Gitu deh…
Enough about the substance of social site. Social site kini sudah berhasil menghubungkan lebih dari sarusan juta orang di dunia maya. Kemudahannya untuk bisa bertemu dan berhubungan dengan orang bahkan sampai menarik Presiden AS Barack Obama untuk menjadikan social site jenis Facebook.com sebagai ajang bagi dirinya untuk berkampanye. “Luar Binasa kan hasilnya…!” dan orang Menteng ini pun akhirnya jadi Presiden kedua Afro-Amerika AS setelah Abraham Lincoln dan dia disambut dengan gegap gempita serta elu-eluan dari seluruh dunia.
Jadi seandaianya saja para celeg yang sekarang banyak nampang dijalan-jalan itu agak sedikit “pinter”, seharusnya dan memang harus bisa memanfaatkan jejeraing social macam friendster dan facebook. Selain lebih irit, cerdas dan bisa dikonfrontasi dengan calon pemilih, cara ini juga bisa membantu menjaga kebersihan kota dan jalan. “Lah dari pada masang sepanduk semau gue di jalan..uda gambarnya kagak ada yang cakep, narsisinya juga, uda kelewatan akut..belum lagi mudaratnya yang bikin tata kota tambah amburadul.
Sudah tata kotanya amburadul, ditambah spanduk caleg itu, amburadulnya jadi dua atau lebih..ahh kayak konsep personal-personal tadi aja..hehehehe..tapi emang benar!!!” Nah, lebih spesifik lagi tentang Face Book, ini adalah sejarahnya.

[...] Remaja.Com Trend Setter Kaula Muda Indonesia ← Serunya Ikutan Facebook Siapa Orang Dibelakang Facebook? [...]
[...] Facebook, Zuckerberg bertanggung jawab untuk urusan garis kebijakan dan penyusunan strategi perusahaan yang [...]
[...] negara yang nampaknya terlalu sulit dan beribet seperti penjelasan poara tokoh di atas? Jika ada social site, kenapa itu tidak digunakan sebagai salah satu poin positif. Toh social site, selain mampu [...]
[...] Facebook, Zuckerberg bertanggung jawab untuk urusan garis kebijakan dan penyusunan strategi perusahaan yang [...]
[...] naluri wiraswasta Zuckerberg yang mampu menjadikan sitenya jadi rebutan pengunjung dan pengiklan. Facebook bahkan mampu menyaingi My Space, site jaringan sosial terbesar pertama di dunia. Dan jika [...]
[...] umum, pada saat sekarang keberadaannya tidak terkalahkan. Bahkan facebook, menggeser kepopuleran situs jejaring sosial terdahulu seperti friendster. Jika ditanyakan pada saat sekarang mengenai facebook semua orang [...]