Tips Memilih Lensa Kontak Agar Aman

on April 3, 2009 in Fashion

PILIH-PILIH LENSA KONTAK
Sejak diciptakan oleh adolf eugen fick, ahli fisiologi jerman pada tahun 1887, lensa kontak terus mengalami perkembangan.  Pernahkah anda membayangkan awalnya alat bantu penglihatan ini  berbahan dasar kaca ? untungnya sekarang  sudah  terbuat  dari plastik tipis yang pastinya jauh lebih aman. Bahkan  kita sampai tidak  merasa  ada benda asing di mata kita.

Tidak Cuma itu warna dan motifnya pun lebih bervariasi, mulai dari yang bening, bermotif bola basket, sampai barisan  kata seperti i love you. Tapi hati-hati, salah pemakaian atau perawatan, bisa menganggu penglihatan kita.

KENALI JENISNYA
Secara umum lensa kontak terdiri atas dua jenis, yaitu lensa kontak lunak atau soft contact lens (SCL) yang bisa digunakan untuk jangka pendek. Harian atau mingguan maupun jangka panjang dan lensa kontak keras atau rigrid gas permeable (RGP) yangm ampu  ditembus gas dan oksigen.  Biasanya jenis yang akhir ini untuk pemakaian jangka panjang.

Tiap lensa kontak memiliki kekurangan dan kelebihan masing- masing, kalau SCL, kelebihannya adalah nyaman digunakan karena kandungan airnya yang banyak namun di sisi lain, lensa kontak jenis ini bisa  menyerap air mata. Padahala air mata mengandung banyak protein, sehingga  rentan terjadi deposit ( eneumpukan protein) di lensa.

Berbeda dengan RGP, karena tidakmenyerap air  mata, lensa kontak ini lebih awet bisa dipakai  untuk  waktu yang lebih lama. Namun tidak seperti SCL, untuk merasa nyaman menggunakan jenis lensa kontak yang satu ini mata kita butuh adaptasi yang lebih lama, sekitar delapan hari.

KONSULTASI TERLEBIH DAHULU
Saat kita bertanya pada teman, mungkin mereka menyarankan kita menggunakan lensa kontak yang mereka gunakan. Tapi jangan salah, jenis lensa yang cocok untuk setiap  orang itu berbeda-beda. Bisa saja teman anda sangat nyaman menggunakan  lensa kontak A, namun belum tentu  kita merasakan hal  yang sama saat memakainya.

Jenis aktivitas, seperti olahraga dan pekerjaan, maupun lingkungan tempat kita beraktivitas sangat mempengaruhi jenis lensa kontak yang sebaiknya  kita gunakan. Untuk orang yang aktivitasnya banyak dilakukan di dalam ruangan, sebaiknya menggunakan lensa kontak   SCL, namun pada lingkungan  pabrik yang banyak uap kimia, SCL sangat tidak disarankan. [pasalnya uap tersebut akan diserap lensa.

Karenanya, sebelum memakai lensa kontak, sebaiknya kita konsultasikan  dulu ke dokter mata. Biasanya dokter  akan melakukan  berbagai pemeriksaan, seperti ketajaman penglihatan, kualitas dan kuantitas air mata, kemungkinan alergi, diabetes arthitis, kehamilan, hingga gangguan sinusitis. Dari hasil pemeriksaan tersebut , kita  akan tahu ukuran lensa kontak  dan jenis  yang sebaiknya kita pakai. Dengan  begitu kemungkinan gangguan penglihatan bisa dikurangi.

Tapi jangan kaget juga kalau dokter justru melarang kita menggunakan lensa kontak. Terutama kalau kita bekerja dilingkungan  berdebu, sering alami infeksi  mata, maupun produksi mata terlalu sedikit. Soalnya kalau kita berada dalam zona rawan tersebut dan tetap nekat menggunakan lensa kontak ,  nanti kita sendiri yang akan susah.

HARUS TELATEN
Selain harus melewati pemeriksaan oleh dokter mata, ada satu syarat yang tidak kalah penting yaitu disiplin tinggi. Kita harus telaten menjaga kebersihan lensa kontak dan kesehatan mata kita. Apalagi mata merupakan salah satu organ penting. Soalnya kalau kita sembarangan dalam menggunakan lensa kontak kita bisa saja  mengalami komplikasi seperti peradangan dan bengkak pada kornea dan beragam keluhan lain.

Sebelum menyentuh lensa kotak, jari tangan kita mesti  dalam kondisi bersih dan kering. Lalu perhatikan  larutan  yang  digunakan  untuk membersihkan  dn merendam lensa. Jangan nekat memakai cairan selain larutan khusus lensa kontak  untuk membersihkan  dan merendam lensa.  Pastikan  juga kita menutupnya rapat setiap kali  kita  selesai menggunakannya.

Untuk mencegah  kerusakan lensa kontak, seluruh  bagian lensa harus terendam  oleh larutan saat di simpan  selain itu  jangan sesekali bergantian  lensa  kontak dengan orang lain, memakai lensa kontak  melebihi usia pakai yang disarankan  dan tidak mencopotnya saat tidur . kelalaian  seperti ini juga  jadi penyebab terjadinya komplikasi pada mata. Kita pun mesti  peka, kalau mata mulai terasa tidak nyaman, itu artinya kondisi  lensa kontak  sudah tidak baik lagi. sebaiknya cepat-cepat anda menggantinya dengan yang abru. Terakhir jangan lupa  untuk rutin ke dokter  mata siapa tahu ada kerusakan pada mata yang tidak kita sadari. Jadi tetap waspada!


Pencarian Terpopuler:

lensa kontak.

Leave a Reply