Pusat Remaja.Com

Trend Setter Kaula Muda Indonesia
pusat remaja forum

Archive for April, 2009


Apa Sebenarnya Ruang Publik?

Civil society atau yang dalam bahasa indonesia lebih dekat dengan ruang public baru hangat dibicarakan tahun 1990-an di Indonesia. Para ahli ilmu sosial, tokoh intelektual, pejuang demokrasi, dan cendekiawan, tampaknya kesulitan mencari formula yang tepat untuk memaknai suatu bentuk dari ruang publik.

Dalam keadaan galau dan gamang itu banyak pengamat yang  berpaling pada civil society yang dijadikan primadona untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat kita yang nyaris lumpuh. Civil society bergulir dengan pemaknaan yang variatif oleh berbagai kalangan. Ada yang menerjemahkan sebagai masyarakat sipil, masyarakat kewargaan, masyarakat madani, dan ada juga yang tetap menggunakan civil society. social_networking_sitesSemua terjemahan tersebut disuguhkan kepada publik dengan argumentasi masing-masing, dan karenanya masyarakat atau publik juga memahaminya menurut selera dan kepentingannya.

Civil society sebenarnya merupakan suatu ide yang terus diperjuangkan manifestasinya agar pada akhirnya terbentuk suatu masyarakat bermoral, masyarakat sadar hukum, masyarakat beradab atau terbentuknya suatu tatanan sosial yang baik, teratur dan progresif. Kata civil cenderung dikonotasikan sebagai lawan dari militer. Demikian pula madani dalam masyarakat madani cenderung dikonotasikan dengan madaniyah atau Medina, yang dikonotasikan bernuansa Arab. Padahal arti madaniyah sebagai sumber munculnya kata madani adalah peradaban atau civilization.

Lain lagi dengan kewargaan yang merupakan terjemahan dari bahasa latin yakni, civilis atau civis. Atas pijakan yang demikian itulah kebanyakan orang sepakat untuk konsisten menggunakan civil society karena terjemahan yang lain dianggap kurang sesuai dengan konsep aslinya.

Cicero adalah seorang filsuf Romawi yang pertama memunculkan gagasan societies civils dalam sejarah. Civil society merupakan suatu konsep yang dinamis, yang selalu mengalami perubahan makna. Misalnya, pada abad 18 civil society dimaknai sebagai negara yang merupakan entitas yang mendominasi entitas lainnya.

Pada akhir abad ke 18 civil society dimaknai sebagai negara dalam nuansa dua entitas yang berbeda, seiring dengan aliran Hegelian yang membagi kehidupan manusia dalam tiga wilayah yang berbeda, yakni, keluarga, civil society, dan negara. Dalam pandangan Hegel, civil society adalah entitas yang memiliki ketergantungan pada negara. Sebagai misal negara harus mengawasi civil society dengan cara menyediakan perangkat hukum dan administrasi.

Hegel berpendapat entitas civil society mempunyai kecenderungan entropi atau melemahkan diri sendiri (a self crippling entity), oleh karena itu harus diawasi oleh negara. Nah, sekarang pertanyaannya apakah, civil society harus menjadi tanggung jawab negara yang nampaknya terlalu sulit dan beribet seperti penjelasan poara tokoh di atas? Jika ada social site, kenapa itu tidak digunakan sebagai salah satu poin positif. Toh social site, selain mampu menghubungkan manusia dalam gengaman.

Siapa Orang Dibelakang Facebook?

dustinAda tiga orang pemuda usia 20-an yang ada di balik facebook.com ini. Mereka adalah Mark Elliot Zuckerberg, Dustin Moskovits dan Chris Hughes. Semuanya orang Amerika. Dari tiga orang ini, meskipun sama-sama penting kontribusinya, namun yang paling menonjol adalah Mark Elliot Zuckerberg. Sedang kedua temannya mengekor dibelakang Zuckerberg.

Kabar terakhir menyakan bahwa Hugheslah yang membuat situs barakcobama.com. Zuckerberg yang masih 25 tahun dan Yahudi totok ini adalah perancang teknologi informasi sekaligus pemuda berjiwa wiraswasta yang membangun facebook hingga seperti sekarang. Pada tahun 2006 Zucherberg mencengangkan dunia karenamenampik tawaran Yahoo yang berniat membeli social site yang dibuatnya seharga US$ 1 Billion atau jika dirupiahkan menjadi sekitar 12 triliun.

Di Facebook, Zuckerberg bertanggung jawab untuk urusan garis kebijakan dan penyusunan strategi perusahaan yang kini menjadi rebutan para pemasang iklan dan para investor ini. Atas kecerdasan ini, Zuckerberg telah mendapat julukan sebagai One of the most influent person tahun 2008 oleh majalah Forbes.

markBahkan dalmn forum ekonomi Davos 2009, Zuckerberg termasuk dalam daftar pemimpin muda karena prestasi dan komitmennya terhadap masyarakat serta berpotensi menyumbangkan ide untuk membentuk tatanan dunia baru. “He is a Jew, guys…so the word must be..Tatanan dunia baru..”. Zuckerberg, yang lahir 14 Mei 1984 ini tumbuh di Dobbs Ferry, New York semasa SMA seka mengutak-atik teknologi informasi dan pernah membuat pemutar musik. Synapse, yang mampu melacak selera konsumen soal musik. Jadi selain modal naluri bisnis pengusahanya, dia ternyata menguasai basis teknologi secara praksis. And, thanks God! He’s still Single, but Virgin? I Doubt it.

Jebolan Philiph Exeter Academy, New Hamspshire ini  ternyata juga kuliah dari Hardvard University yang masyhur itu. Namun sialnya, dia drop out, DO!! Sama seperti seniournya Bill Gates. Track record ini seolah semakin mengukuhkah bahwa seorang yang sukses di Harvard University adalah mahasiswanya yang tidak lulus alias DO. Yang berhasil lulus justru masih belum ada yang secermerlang Zuckerberg Bill Gates.


  • Recent Comment

    • Aswin: Salam… Saya mau jual koin emas Indonesia keluaran Th. 1987 pecahan Rp. 200,000,- berat 10gr (harga 5jt)...
    • Nendra: HI lam knl, nama sy Nendra, saya pnya koleksi uang logam kuno dari dalam negeri maupun luar negri, bagi tmn2...
    • lily: wah tu aq bangat………. ampe2 aq bingung wat cari slasan agi……… tp tetep tak...
    • lyla: cow itu nyebelin karena cara berfikir mereka secra logika kadangnyakitin cew
    • Permata: moga temen – temen sadar dan kembali kejalan yang benar