Televisi dan media masa lainnya selalu berusaha untuk memenuhi selera pasar saat ini.
Dengan makin berkibarnya tayangan-tayangan yang berbau remaja, maka banjir pula program-program reality show bertebaran saat ini. Ajang pencarian bakat pun banyak mengusung remaja sebagai sasaran utama. Contoh saja program pencarian bakat dengan bau reality show pertama di indonesia yang pernah tenar yaitu Akademi fantasi yang dipopulerkan oleh Indosiar.
Ajang ini begitu populer masa itu sekitar tahun 2005. dimana para remaja berbondong-bondong mengikuti audisi, rela berjejal-jejalan, bahkan sanggup untuk menempuh perjalanan susah antar pulau hanya untuk dapat ikut audisi AFI saat itu. Nama-nama para finalis akademi yang satu ini pun saat itu begitu digemari dan menjadi idola instant .
Menyusul kiprah anak-anak AFI maka stasiun TV lain mencoba menggali pasar remaja dengan menawarkan program pencarian bakat serupa, seperti Indonesian Idol yang di gawangi stasiun TV RCTI yang mempopulerkan nama-nama di kancah musik remaja Indonesia seperti Delon, Mike, Dirly, Ihsan, Rini dan Yudika.
Kemudian dengan mengusung jenis musik yang berbeda, TPI mencoba ajang pencarian bakat dengan KDI (Kontes dangdut TPI) dan mempopulerkan nama Siti KDI sejak saat itu. Tidak dapat dipungkiri, ajang reality show macam ini begitu menarik perhatian dan minat para remaja yang saat ini tengah bermimpi untuk menjadi bintang.Tidak hanya ajang pencarian bakat lewat suara, maka sebuah ajang kompetisi band pun digelar oleh sebuah stasiun televisi swasta yang banyak diminati anak-anak muda.
Bermunculan group-group band baru dan penyelenggara juga menjanjikan mengurus album baru untuk mereka dan impian tenar lewat dapur rekaman pun mulai terbayang. Bila sebelumnya hanya kategori manggung di acara-acara sekolah atau di ulang tahun teman, maka acara seperti ini membuat mereka menjadi terkenal seantero Indonesia. Bukan mustahil akan setenar dan lain-lain.
Sisi percintaan remaja pun menarik untuk dilirik sebagai sebuah acara reality show yang banyak peminat. Ajang pencarian pacar boleh dibilang paling banyak diminati oleh remaja saat ini. Berlomba-lomba mereka mendaftarkan diti untuk menjadi peserta acara-acara seperti ‘Mak Comblang” atau kontak jodoh. Padahal saat diwawancarai, para peserta seringkali sudah ikut acara seperti itu setelah ‘menjomblo’ hanya beberapa bulan saja, bahkan ada yang baru beberapa minggu!.
Sepertinya alasan utama bukan untuk benar-benar mencari pacar, tetapi hanya untuk dapat tampil di layar kaca dan ditonton banyak orang. Coba saja dilihat dari segi logika biasa, mungkinkah begitu cepat memutuskan menjadi pacar atau kekasih hanya dengan pendekatan satu atau dua hari?
Namun walaupun sedikit jauh dari logika, apa mau dikata, acara seperti ini banyak peminantnya. Belum lagi wajah-wajah para peserta yang rata-rata bukan wajah yang sulit mendapatkan pacar atau jodoh dalam arti sebenarnya.
Disamping acara pencarian pacar, ada juga acara reality show yang mengupas cinta pertama seorang bintang remaja yang baru bersinar di dunia hiburan. Mencari tahu siapa pacar pertamanya, kenapa bisa berpisah, dan diadakan pertemuan kembali dengan segala situasi romantis agar mantan pasangan tersebut mungkin dapat bersatu kembali.
Untuk menarik minat para penonton, iming-iming hadiah juga dijanjikan pihak penyelenggara seperti sejumlah uang pagi penonton yang dapat menebak bagaimana akhrir dari upaya penyatuan kembali sang bintang dengan mantan cinta pertamanya. Cukup menarik dan ringan untuk selingan tontonan.
Yang lebih deg-degan mungkin acar reality show yang mengusung tema backstreet. Ada sepasang remaja yang menjalin cinta tanpa restu. Bisa jadi tanpa restu orang tua, salah satu pihak keluarga, atau bahkan apabila salah satunya masih menjalin hubungan dengan orang lain!. Banyak emosi yang terlibat di sana. Ada pertengkaran, tangisan bahkan sampai perkelahian!
Acara lain yang bisa dibilang serupa dengan acara ini adalah acara Playboy kabel, dimana biasanya sang remaja putri mencari tahu apakah pacarnya adalah tipe peselingkuh. Wah, cukup seru dan ada permainan kucing-kucingan. Pembawa acaranya pun begitu banyak karena seringnya terjadi pertengkaran di lokasi syuting.

wah..parah emang tayangan reality show.. tapi seru juga sich.. cuma kira2 klo yang pada mendua kelanjutannya gimana ya..apa masih apa ngga